Kamis, 05 Januari 2017

Kasus Kades Sidoharjo Way Panji, Panggil Saksi-Saksi “ Inspektorat Belum Temui Titik Terang”

Kasus Kades Sidoharjo Way Panji, Panggil Saksi-Saksi “ Inspektorat Belum Temui Titik Terang”

Way Panji, KaliandaNews – Penyelidikan kasus dugaan penyelewen DD, pungli, kios pasar dan perselingkuhan oleh Marjono alias Marjana Kepala Desa Sidoharjo hari ini, (04/01/17) dilakukan oleh Tim pencari fakta Inspektorat Lampung Selatan.

Pagi tadi, tim inspektorat memanggil dan meminta keterangan sejumlah saksi, yakni pengelola pasar, petugas salar, penghuni los pasar, panitia pembebasan lahan SMK dan saksi kasus perselingkuhan.

Dari pantauan KaliandaNews, sampai dengan pukul 15.00 WIB, saksi-saksi masih dimintai keterangan oleh tim Inspektorat dikantor Kecamatan Way Panji.

“saat ini tim Inspektorat masih memintai keterangan saksi-saksi.” Kata Camat setempat Isro’ Abdi kepada KaliandaNews.

Dirinya berharap, permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan oleh tim pencari fakta, agar kedepan tidak ada gejolak dimasyarakat. “Kita harap ini bisa diselesaikan oleh tim Inpektorat, sehingga jika ada indikasi pidana bisa langsung dilimpahkan ke kepolisian.” Ujar Isro’.

Sementara itu, Koordinator Tim Pencari Fakta Inspektorat, Erin Sobri mengatakan saat ini pihaknya belum bisa berkomentar banyak, sebab belum ada rekaban dari keterangan-keterangan yang dikunpulkan dari para saksi.
“Belum bisa disampaikan hasilnya, belum direkab masih berupa data, jadi saya belum bisa berbicara banyak.” Terang Erin.


Diberitakan sebelumnya Kurang Lebih 700 masa masyarakat Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan, mengelar aksi unjuk rasa di Pasar Desa Sidoharjo. Masa menuntut agar Kepala Desa untuk mundur dari jabatannya, hal ini terkait atas dugaan Perselingkuhan, Jual Beli Kios dan Los Pasar, Penyalahgunaan Dana Bantuan Pembangunan Pasar, Dana Retribusi dan Dana Swadaya Masyarakat. (Kur)

Selasa, 03 Januari 2017

Didemo Ratusan Warganya, Kades Sidoharjo Way Panji Siap di Proses Jika Terbukti!

Didemo Ratusan Warganya, Kades Sidoharjo Way Panji Siap di Proses Jika Terbukti!

KaliandaNews, Way Panji – Terkait dugaan pungli, penyelewengan Dana Desa (DD) dan perselingkuhan yang dituduhkan masyarakat kepada dirinya, Kepala Desa Sidoarjo angkat bicara.

Marjana mengatakan, apa yang menjadi tuntutan warganya tersebut siap ia pertanggung jawabkan apabila dirinya terbukti bersalah.

Foto: Pemaparan Kades Sidoharjo Secaara Santai (KN)
“saya siap mempertanggung jawabkan apa yang dituntut masyarakat.” Ungkap Marjana saat ditemui KaliandaNews dikediamannya. (03/01/2017)

Namun dirinya mengaku sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh warga desanya itu, sebab menurut dia jika dirinya masih kurang dalam hal penyampaian DD dan persoalan lainnya masih ada cara yang lebih baik.

“Kalo ada yang kurang pas cara penyampaian saya dalam melaksanakan pemerintahan desa, ini kan gak mungkin secara detail menyampaikan kepada semua masyarakat.” Terangnya.

Dia menambahkan, dirinya juga siap mengklarifikasi apa yang dituduhkan oleh masyarakat. “Saya siap klarifikasi, tadinya sebelum terjadi (unjuk rasa, red) masyarakat mau diajak mediasi kita senang, jadi saya bisa menjelaskan, dengan rekan rekan itu, masalah puas atau tidak kan tergantung mereka.” Bebernya.

Terkait kios pasar, Marjana mengelak jika ia memperjualbelikan kios dipasar tersebut, namun dirinya tidak menampik jika kios dipasar tersebut juga disewa oleh warga dari luar desa tersebut, itupun menurut dia terjadi karena pemilik kios sebelumnya menjual ke warga luar desa itu.

“Enggak, iya ada (warga luar) tapi dia gantikan warga yang tadinya punya warga sini. dijual oleh masyarakat, kios pasar itu juga kan tidak sepenuhnya dibangun dengan DD, tapi ada dana yang dari saya pribadi. Pasar itu kan dulunya pasar kumuh, saya ingin pasar itu jadi bersih dan rapih.” Terang dia.

Sedangkan terkait tuduhan pungli untuk pembebasan lahan yang diperuntukan untuk pembangunan SMK yang dilakukan kepala desa tersebut, ia mengatakan sampai dengan saat ini pembebasan lahan memang masih tersendat.

“Pembebasan lahan memang agak tersendat, karena ada isu saya pungli itu. Kemarin saya hubungi dari panitia pembebasan lahan, dana yang udah masuk itu udah tujuh puluhan, sedangkan yang kita butuhkan 320 juta. karena pak kades dan rt yang narik. itu sudah diserahkan ke panitia, ketuanya pak Panut, bendahara pak Kawit, sekretaris pak Karsono.” Jelas dia

Sementara itu, terkait tuduhan masyarakat atas perselingkuhannya dengan salah seorang wanita didesa tersebut dirinya mengaku siap diproses jika terbukti. “Kalo yang itu kan kalo emang dia punya bukti monggo diproses. Saya siap.” Ujarnya. (Nz/Kur)



Dari dugaan Pungli, Penyelewengan Dana Desa Hingga Perselingkuhan, Kades Sidoarjo Way Panji di Tuntut Mundur

Dari dugaan Pungli, Penyelewengan Dana Desa Hingga Perselingkuhan, Kades Sidoarjo Way Panji di Tuntut Mundur

KaliandaNews, Way Panji – Kurang Lebih 700 masa masyarakat Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan, gelar aksi unjuk rasa di Pasar Desa Sidoharjo. Masa menuntut agar Kepala Desa untuk mundur dari jabatannya, hal ini terkait atas dugaan Perselingkuhan, Jual Beli Kios dan Los Pasar, Penyalahgunaan Dana Bantuan Pembangunan Pasar, Dana Retribusi dan Dana Swadaya Masyarakat, Selasa (3/1).

Foto: Unjuk Rasa Warga Sidoharjo (KN)
Berdasarkan Pantauan Kaliandanews, sejumlah masa memulai unjuk rasa pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 siang. Hadir pada unjuk rasa tersebut Wakil Bupati Lamsel, Kapolres Lamsel, Inspektorat, Camat Way Panji, Beberapa Pejabat Pemda Lamsel serta tokoh desa setempat. Unjuk rasa dilakukan lantaran  ditengarai oleh kelakuan Marjono alias Marjana, Kepala Desanya yang saat ini dinilai masyarakat tidak pantas lagi menjabat sebagai Kepala Desa.

Menurut keterangan Nurdin Sadar (62), kurun waktu 3 bulan belakangan ini, tepatnya sekitar bulan 10 september, warga sudah mulai resah atas prilaku kadesnya tersebut, pasalnya kades tersebut kerab berkunjung kerumah perempuan yang diduga selingkuhannya hingga larut malam dan kabarnya sampai memiliki anak dari perselingkuhan tersebut.

“sampai ada yang menegur, tapi malah perempuan itu berkata, rumah ini rumah saya, selain pada itu mereka juga sering beriring iringan kalo jalan. Kalau memang saksi mata tidak kuat, kami ingin menuntut anak tersebut untuk tes DNA untuk membuktikan apakah anak tersebut memang hasil dari perselingkuhan” Terang Nurdin yang juga Korlap Unjuk Rasa itu.

Foto: Sejumlah Masyarakat Yang iku unjuk Rasa (KN)
Nurdin juga menyampaikan, masyarakat juga menuntut hak atas dana desa yang digunakan untuk membangun kios dan los pasar. Pasalnya kios dan los tersebut di perjual belikan kepada orang yang berada diluar desa tersebut, bukan diperioritaskan untuk warga setempat.

“Pasar inikan tanah desa, terus dana bantuan dari Pemerintah Daerah 2014 yang digunakan untuk membangun ruko dan los yang ada di dalam, itu dijual belikan padahal itu bantuan, terus tentang DD saya punya RAB nya, bahwa dana DD untuk ruko-ruko di pasar ini sebagian, setelah dijual belikan oleh warga yang diluar Desa, semacam Sidomulyo Kalianda, terus sma orang terdekat dia. Padahal DD itu kan untuk masyarakat tapi dijualin sama orang. Ini lah yang kami tuntut, berartikan kami tidak menikmati Dana Desa itu. Ujarnya.

Lebih dalam nurdin menjelaskan, berdasarkan rapat Perencanaan yang pernah diselenggarakan pihak Desa, di desa Sidoharjo akan dibangun Sekolah SMK negeri, dan dari pihak aparat Desa meminta iuran (SWADAYA) untuk pembebasan lahan sebesar 50 – 150 ribu rupiah, namun hingga kini jangankan sekolahnya dana tersebutpun tidak jelas keberadaannya.

“waktu itu ada pembebasan lahan yang akan dibuatkan SMK negeri, dan masyarakat dibebani pembayaran untuk pembebasan lahan sebesar 350 juta, masyarakat dimintai iuran mulai dari 50 – 150 ribu, tapi ternyata berjalan 5 sampai 6 bulan, jangan kanlagi liat wujud SMK itu, dana kami pun tidak pernah disebut dimana tempatnya tidak pernah dibicarakan iuran tersebut, hingga sampai saat ini jangankan bangunan sekolahanya, dananya saja kami tidak tahu kemana” Pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lamsel, Nanang Ermanto yang datang langsung ke lokasi unjuk rasa tersebut mengatakan dirinya akan mengirim tim khusus untuk menyelidiki permasalahan tersebut dan akan melakukan proses sesuai prosedur.

“Saya sudah membaca semua point-point yang telah menjadi tuntutan masyarakat, namun untuk menindaklanjuti masalah ini perlu proses dan tahapan yang harus dilalui, sebelum diambil langkah kedepannya. Ada tim yang akan akan bekerja dan menilai apakah semua yang diadukan sesuai dengan fakta yang ada.” Tutur Nanang. (nz/kur)