Rabu, 22 Februari 2017

Terkait Bencana Banjir di Lamsel, Pemkab Ajukan Bantuan Ke Gubernur Lampung

Terkait Bencana Banjir di Lamsel, Pemkab Ajukan Bantuan Ke Gubernur Lampung

Kalianda, Kaliandanews - Sehubungan dengan terjadinya bencana banjir di beberapa kawasan di Lampung Selatan, pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berupaya untuk membantu para korban banjir. Salah satunya pemkab lamsel telah mengajukan permohonan bantuan kepada Gubernur Lampung, yang tertuang dalam surat permintaan bantuan nomor 360/0688/VI.02/2017.

Foto: Sekretaris Dinas Badan Penanggulangan Bencana Alam Lamsel Joko Siswan (KN)
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Lampung Selatan, pihak pemkab Lamsel mencatat setidaknya ada 315 rumah yang terendam banjir, Tanggul Jebol sepanjang 90 meter, 1.973,50 Ha Area Persawahan terendam banjir serta Fasilitas Umum.

Berdasarkan akan hal tersebut, Pemkab Lamsel melalui Setdakab Ir. Freddy mengajukan bantuan ke Provinsi berupa, selimut sarung, makanan siap saji dan bantuan lainnya, untuk diberikan kepada korban banjir, serta perbaikan tanggul jebol.

Sekertaris Dinas BPBD mengatakan, saat ini pihaknya baru memberikan bantuan berupa makanan cepat saji untuk kecamatan Kalianda dan Candipuro.

"Sementara ini pihak BPBD baru memberikan bantuan berupa 92 paket makanan siap saji, diantaranya 12 Kecamatan Kalianda (Desa Merak Belantung dan Agom), terus 80 untuk kecamatan Candipuro (Sinar Pasma dan Banyumas), yang berupa odol, susu, roti, tas sekolah dll serta bantuan terpal dan tenda". Ucap Joko Siswan saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (22/2).

Untuk bantuan kesehatan dan sandang pangan, dirinya mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait seperti dinas Kesehatan, PU dan Sosial. Sebab, BPBD hanya bertugas sebagai koordinasi yang melaporkan data dilapangan untuk disampaikan ke dinas terkait.

"Untuk masalah kesehatan sudah di koordinasikan dengan puskes masing daerah yang terkena banjir, kalo untuk sandang pangan kemarin dan siang tadi kita sudah menghubungi dinas soisal katanya mau ngasih beras dolog, tapi itu juga masih di upayakan". tambahnya.

Disinggung tentang anggaran siap pakai untuk bencana alam, ia mengakui saat ini BPBD tidak memiliki anggaran tersebut. Kendati demikian, pihak Pemkab lamsel akan menggelar Rapat pada kamis malam (23/2), untuk membahas bantuan korban banjir.

"Anggaran itu sebetulnya sudah kita ajukan, namun belum di anggarkan. Tapi besok malam kita akan gelar rapat dengan seluruh instansi dan camat, untuk membahas bagaimana langkah bersama menindaklanjuti bencana banjir ini" Tutup Joko. (nz)

Selasa, 21 Februari 2017

Malam-Malam Gubernur Ridho Tengok Korban Banjir di Kota Karang

Malam-Malam Gubernur Ridho Tengok Korban Banjir di Kota Karang

Bandar Lampung, Kaliandanews.com - Ridho Ficardo turun ke beberapa titik di Kota Karang Bandar Lampung, Selasa (21/02/2017) malam, untuk melihat situasi dan bertemu dengan warga yang terkena dampak banjir.
Memasuki lorong-lorong perumahan yang masih tergenang oleh air bercampur lumpur, Ridho Ficardo menjumpai warga-warga yang ada di beberapa rumah dan yang sedang berkumpul untuk bertemu dan berkeluhkesah tentang bencana banjir ini. Beberapa kali terpantau Ridho Ficardo diajak berfoto bersama oleh warga yang dijumpainya.

Melihat situasi ini Ridho menyatakan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota sampai kelurahan harus bahu membahu, melalui dinas sosial dan BPBD, untuk membantu warga yang terkena dampak.

"Namun yang lebih penting bagi kita adalah solusi jangka panjang. Apakah terjadi pendangkalan lumpur, apakah ada daerah resapan yang berubah fungsi, atau ada masalah di hulu. Cari solusi dan programnya." Tegas Ridho yang baru saja dianugerahi seorang putri ini.
"Kalau bahasa warga, ini karena air turun dan ketemu pasang maka terjadilah banjir. Tahun lalu juga terjadi seperti ini. Namun sebelum-sebelumnya belum ada, artinya ada sesuatu yang berbeda. Karena air pasang sudah terjadi dari dulu namun tidak ada banjir. Ini yang harus kita cari solusinya sama-sama untuk meringankan masyarakat yang ada di sini yang ada ribuan jiwa yang terdampak." Jelas Ridho setelah berdialog dengan warga.

"Untuk penanganan ada di BPBD, sedangkan untuk perencanaan ada di Bappeda. Kompleksitas dari masalah ini yang melahirkan bencana. Penyelesaiannya mesti menyeluruh oleh orang-orang yang ahli." Tutup Ridho.
6 Rumah dan 100 Hektare Sawah di Kalianda Terendam Banjir

6 Rumah dan 100 Hektare Sawah di Kalianda Terendam Banjir

Camat Kalianda
Kalianda, KaliandaNews – Saat ini banjir melanda hampir wilayah di Lampung Selatan seperti Kecamatan Sidomulyo, Natar, Seragi, Palas, Tanjung Sari dan Candipuro serta Kalianda, (21/02/17). 

Di Kalianda sendiri, saat ini ada beberapa titik yang terendam banjir seperti di Desa Marga Catur, Desa Merak Belantung yang yang menyebabkan beberapa rumah dan sawah terendam.

Camat Kalianda Erdi Yansyah yang meninjau langsung ke lokasi banjir menuturkan, dari desa-desa yang terkena banjir tersebut ada 6 rumah di Desa Merak Belantung yang terendam banjir dan lebih dari 100 Hektare lahan sawah di Desa Marga Catur juga ikut terendam.

Terkait hal tersebut, Erdi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel Dinas Sosial (Dinsos) Lamsel. “Baru lapor ke BPBD dan Dinas Sosial. Kami harapkan dapat bantuan darurat seperti makanan dan sebagainya.” Tukas Erdi. (red)
DTPHP Lamsel Catat Sebanyak 2.293 Lahan Terendam Banjir, Ini Data Lengkapnya

DTPHP Lamsel Catat Sebanyak 2.293 Lahan Terendam Banjir, Ini Data Lengkapnya

Kalianda, KaliandaNews – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Lampung Selatan merilis laporan dampak bencana alam banjir terhadap pertanian padi di Lamsel.


Dari data tersebut, DTPHP mencatat total kerusakan lahan pertanian yang diakibatkan oleh banjir di seluruh Lamsel yang terjadi di lima kecamatan yakni Candipuro, Sragi, Palas, Ketapang dan Jati Agung sebanyak 2.293 Hektare.

Dari data tersebut Kecamatan Candipuro menjadi Kecamatan yang paling banyak mengalami kerusakan lahan pertanian padi yakni sebanyak 1.156 hektare, sementara Kecamatan lain seperti Sragi, Palas, Ketapang dan Jati Agung mengalami kerusakan lahan pertanian sebanyak 175 hktare, 875 hektare, 84 hektare dan 3 hektare, berikut data lengkapnya :

Kecamatan Candipuro : Sinar Pasmah 200 hektare, Beringin Kencana 100 hektare, Banyumas 100 hektare, Cinta Mulya 66 hektare, Sidoasri 30 hektare, Way Gelam 20, Karya Mulya Sari 25, Rantau Minyak 50 hektare, Bumi Jaya 100 hektare, Trimo Mukti 415 hektare, Rawa Selapan 50 hektare.

Kecamatan Sragi : Suka Pura 70 hektare, Mandala Sari 75 hektare dan Bakti Rasa 30 hektare.

Kecamatan Palas :Suka Mulya 155 hektare, Pematang Baru 195 hektare, Suka Raja 75 hektare, Suka Bakti 100, Kali Reji 15 hektare, Rejo Mulyo 10 hektare, Palas Aji 200 hektare dan Palas Pasemah 125 hektare.

Kecamatan Ketapang : Taman Sari 30 hektare, Sumber Nadi 8 hektare, Legundi 19 hektare, Pematang Pasir 13 hektare dan Sidomukti 14 hektare. Kecamatan Jati Agung : Jati Agung 3 hektare.

Secara umum banjir yang terjadi di Kecamatan Palas dan Sragi kerena luapan air dari sungai Way Pisang, sedangkan untuk Kecamatan Candipuro disebabkan oleh luapan sungai Way Katibung. (Kur)
Zainudin Hasan Tinjau Lokasi Banjir di Kecamatan Ketapang

Zainudin Hasan Tinjau Lokasi Banjir di Kecamatan Ketapang

Ketapang, Kaliandanews.com– Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan meninjau secara langsung lokasi Desa Pematang Pasir dan Desa Way Sidomukti yang terendam banjir akibat hujan leba, Selasa (21/2).

Peninjauan lokasi banjir tersebut dilakukan seusai melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Bakauheni dan Ketapang.

Disela-sela tinjauan tersebut, bupati juga langsung menyerahkan bantuan kepada salah seorang warga yang rumahnya terendam oleh banjir.

Dari informasi yang dihimpun, banjir tersebut terjadi diakibatkan adanya luapan air dari Irigasi Kaliasin, sehingga banjir tidak bisa dihindari dan langsung merendam pemukiman warga sekitar.
Ditempat yang sama adik kandung ketua MPR ini langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Selatan untuk segera memperbaiki sistem pengairan dengan cara diperlebar dan diperdalam, agar kedepannya tidak terjadi lagi kasus serupa.

“Nah, ini persoalannya. Jadi tolong Dinas PU benahi sistem pengairannya, supaya tidak terjadi lagi banjir disini,” kata Zainudin.

Dari pantauan Kaliandanews.com, musibah banjir juga melanda dibeberapa wilayah di Kabupaten Lampung Selatan. (red)