Jumat, 17 Februari 2017

Menengok Indahnya Pantai Kedu Kalianda

Menengok Indahnya Pantai Kedu Kalianda

Selamat Datang di Pantai Kedu, Kalianda
Kalianda, Kaliandanews.com - Pantai Kedu yang terletak di Sinar Laut, Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, kini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kalianda dan sekitarnya.

Pantai yang terletak sekitar 5 menit dari pusat Kota Kalianda ini, dahulunya penuh dengan sampah yang berserakan karena dijadikan lokasi tempat pembuangan sampah warga, sehingga tidak mempunyai daya tarik orang untuk berkunjung.
Penampakan Pasir Timbul Pantai Kedu
Saat ini keadaan sudah berbeda, pantai tersebut sekarang sudah bersih dari sampah warga dan bisa dinikmati oleh masyarakat untuk sekedar bermain air, mandi, bersantai dan berfoto. Bahkan pantai yang mempunyai bibir pantai yang cukup luas ini, sering digunakan beberapa warga untuk bermain bola pantai.
Anak-Anak Bermain Air di Pantai Kedu
Selain itu, didukung juga oleh indahnya pemandangan Gunung Rajabasa dan beberapa pepohonan rindang, yang mejadikan suasana bersantai keluarga semakin lengkap. Tidak jauh dari pantai, juga terdapat danau yang di kelilingi oleh pepohonan, ditambah dengan hembusan angin dari laut, sehingga menjadikan danau tersebut semakin terasa sejuk.

Disore hari, tidak sedikit warga yang datang untuk berfoto dan melihat keindahan matahari terbenam yang luar biasa indah, dengan latar belakang lautan lepas dan beberapa perahu nelayan tradisional.
Sunset di Pantai Kedu
Setiap hari minggu, disini terdapat Wisata Delman, yang akan melayani masyarakat yang berkunjung ke Pantai Kedu. Hanya dengan tarif Rp. 10 ribu perorang, sudah bisa bekeliling sepanjang garis pantai menaiki delman.

Camat Kalianda, Erdi Yansyah mengatakan, rencana dalam waktu dekat ini akan dilakukan lagi Gerakan Bersih (Geber) Pantai dan senam pagi, yang melibatkan pelajar dari beberapa sekolahan di Kalianda.
Wisata Delman Pantai Kedu
"Kita akan melakukan koordinasi lagi, dan kita giatkan terus bersih-bersih pantai, sehingga cita-cita menjadikan pantai kedu sebagai parangtritisnya Kalianda dapat terwujud," ucap Erdi saat ditemui di Pantai Kedu, Jumat (17/02), sore.

Erdi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk selalu menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah disungai yang mengalir pantai, karena bisa membuat sampah tersebut menumpuk di Pantai Kedu.

Sementara Menurut Nugraha Yodistira selaku pengiat wisata, ini merupakan cita-cita dalam mewujudkan impian masyarakat Kalianda, yang menginginkan ada kawasan wisata ramah anak.
Sunset Pantai Kedu
"Kita mau kelola pantai ini jadi tetap hidup selama 24 jam, karena informasinya disini mau dikasih penerangan dipasangin listrik," ucap Yodistira

Dengan mengusung konsep ekonomi kerakyatan, nantinya pantai ini akan dikelola oleh warga sekitar, seperti membangun fasilitias berupa tempat berjualan, parkiran, ruang ganti dan kamar mandi.

"Ya nantinya masyarakat juga yang menikmamati hasilnya. Seperti parkiran nanti hasilnya akan dipergunakan untuk menambah fasilitas atau memperbaiki fasilitas yang ada," kata pria yang akrab disapa Yodis ini.
Pemandangan Gunung Rajabasa
Sessa (24) warga sekitar mengatakan, dirinya bersama teman-temannya hampir setiap hari semenjak pantai ini bersih, ia menghabiskan waktu bermain bola pantai di Pantai Kedu.

"Tiap sore, ramean main bola disini (Pantai Kedu, red), karena pantainya bersih cocok untuk main bola," ujarnya. (yb)

Sabtu, 17 September 2016

Ada yang tewas di mangsa buaya, Dinas Pariwisata NTT gelar lomba tangkap buaya

Ada yang tewas di mangsa buaya, Dinas Pariwisata NTT gelar lomba tangkap buaya

Dokumen foto buaya (BKSDA NTT)
Kaliandanews.com - Guna mengurangi populasi buaya yang semakin berkembang, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur akan gelar lomba tangkap buaya.

"Saat ini sudah bertambah menjadi empat tim setelah ada dua kelompok dari Universitas Nusa Cendana (Undana) yang ikut terlibat dalam lomba tersebut," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (17/9).

Hal ini disampaikan menanggapi perkembangan dari jumlah peserta yang telah mendaftar untuk ambil bagian dalam lomba tangkap buaya yang hadiahnya mencapai Rp5 juta.

Eden jelaskan, empat tim yang sudah mendaftar tersebut adalah dua tim berasal dari Resimen Mahasiswa Universitas Cendana (Undana) Kupang, sedangkan dua tim lainnya adalah dari warga Kota Kupang.

Ia menjelaskan, dua tim dari masyarakat umum yang telah mendaftar itu sebelumnya telah memetakan daerah-daerah yang menjadi lokasi berkumpulnya buaya dan menjadi pintu keluar masuknya buaya.

"Kita berharap ada dari pihak luar Indonesia juga yang ikut mendaftar karena beberapa waktu lalu ada pihak dari luar negeri yang sempat menanyakan kebenaran dari informasi lomba yang unik ini," tuturnya.

Eden sendiri mengatakan, dilaksanakan perlombaan menangkap buaya tersebut dikarenakan akhir-akhir ini sejumlah lokasi wisata di Kota Kupang terganggu dengan keberadaan buaya yang berkeliaran dan mengganggu para wisatawan.

Lebih lanjut ia juga mengatakan, beberapa waktu lalu juga ada korban yang meninggal akibat diterkap buaya saat melaut, sehingga dilaksanakannya lomba tersebut dalam rangka mengurangi penyebaran buaya di teluk Kupang dan sekitarnya.

"Tetapi kita larang untuk membunuh buaya itu. Peserta penangkap buaya harus terdiri dari 10 orang dan harus menangkapnya dalam keadaan hidup," tambahnya.

Disamping itu, peserta juga dilarang langsung turun ke lokasi sarang dari buaya tersebut karena akan membahayakan keselamatan peserta lomba. Disparekraf NTT Juga menyediakan asuransi bagi para peserta yang mengikuti lomba tersebut. (kld)