Rabu, 27 Juli 2016

Suara Haru Anies Baswedan Sampaikan Pesan Perpisahan (Reshuffel Jilid II)

Suara Haru Anies Baswedan Sampaikan Pesan Perpisahan (Reshuffel Jilid II)

Suara Haru Anies Baswedan Sampaikan Pesan Perpisahan (Reshuffel Jilid II)
Foto: Kartika Sari (detikcom)
Kaliandanews - Acara pelepasan Aneis Baswedan diwarnai suasana haru, kala beliau menyampaikan pesan perpisahan kepada seluruh tamu yang hadir. Acara perpisahan ini di gelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Dikutip dari Detikcom, Perpisahan diagendakan berlangsung pada pukul 15.00 WIB. Anies tampak memasuki panggung perpisahan pukul 15.25 WIB didampingi istri dan keempat anaknya. Anis Baswedan disambut tepuk tangan oleh seluruh tamu yang hadir dalam acara itu.

"Saya di sini bersama anak-anak, kebetulan sudah di luar jam sekolah. Jadi tidak bolos Insya Allah," kata Anies dalam pidatonya di Gedung A Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (27/7).

Puluhan PNS Kemendikbud mulai memenuhi tempat perpisahan digelar. Tampak juga Dirjen Tenaga Pendidik Kemendikbud Sumarna Surapranata dan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

"Hari ini, tepat tanggal 27 Juli 2016, tugas saya telah dicukupkan. Saya pertama bekerja di sini pada 27 oktober 2014, 20 bulan kemudian tugas saya selesai," ujar Anies.

Anies kemudian menceritakan suka duka selama menjadi Mendikbud. Dia juga sempat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada 'pendampingnya' selama menjabat. Mulai dari staf, supir pribadi, patwal hingga petugas dapur Kemendikbud.

"Kalau saya kerja 16 jam, mereka 20 jam. Terimakasih, saya tidak lebih dari menjalankan amanat. Tugas amanat itu sudah selesai," ungkap Anies.

"Di ruangan tadi anak saya bilang, saya nanti akan kehilangan staf, teman-teman yang sangat bersahabat. Karena bekerja di sini lebih dari profesi tapi ada ikatan hati," imbuhnya dengan suara bergetar.

Dia mengakhiri pidatonya dengan haru dan menyampaikan kata pamitan yang menyentuh. "Izinkan kami, saya, istri saya, anak-anak saya, pamit. Izinkan kami melanjutkan ikhtiar kami di luar kementerian," kata Anies yang membuat suasana menjadi haru.

Editor: (AY)
Sumber: Detik.com

Sabtu, 02 April 2016

UJian Nasional Bukan Penentu Kelulusan Lagi, Jadi Rileks Ajah jangan diForsir

UJian Nasional Bukan Penentu Kelulusan Lagi, Jadi Rileks Ajah jangan diForsir

KaliandaNews.com -  Senin 4 April 2016, seluruh siswa SMA kelas III serempak mengikuti Ujian Nasional (UN). UN terkadang menjadi momok sendiri bagi seluruh siswa karena dikuatirkan tidak mencapai nilai yang di inginkan.

Menteri Pendidikan Nasional Anies Baswedan meminta siswa SMA agar tidak memforsir diri menjelang pelaksanaan Ujian Nasional.

"Mulai sekarang jangan memforsir diri," kata Anies saat jumpa pers mengenai pra-Ujian Nasional 2016 di kantornya Jakarta, Jumat.

Menurut dia, siswa harus rileks jelang UN sehingga saat pelaksanaan ujian akhir kondisi tubuhnya bugar dan bisa fokus mengerjakan soal-soal tes.

"Istirahatlah yang cukup, makan makanan sehat bergizi dan hindari hal baru yang berisiko. Tidak biasa jalan-jalan malah jalan-jalan atau mencoba makanan baru malah sakit perut sehingga Senin nanti bermasalah," kata dia.

Lingkungan keluarga, kata Mendikbud, juga agar mengkondisikan siswa agar tidak stres. Anies juga meminta siswa untuk tidak melakukan cara-cara yang tidak terpuji dalam melaksanakan ujian akhir itu seperti mencontek atau bahkan menggunakan soal dan jawaban bocoran.

Sejak 2015, kata dia, UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan karena hal ini ditentukan oleh sekolah melalui ujian sekolah bukan UN.

"Yang dibicarakan tentang UN saat ini adalah kejujuran, bukan kelulusan. Prestasi penting, jujur yang utama. Ujian itu tidak bileh menghalalkan segala cara. Tidak ada lagi 'subsidi jawaban'," katanya.

(Antara)