Rabu, 22 Februari 2017

Terkait Bencana Banjir di Lamsel, Pemkab Ajukan Bantuan Ke Gubernur Lampung

Terkait Bencana Banjir di Lamsel, Pemkab Ajukan Bantuan Ke Gubernur Lampung

Kalianda, Kaliandanews - Sehubungan dengan terjadinya bencana banjir di beberapa kawasan di Lampung Selatan, pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus berupaya untuk membantu para korban banjir. Salah satunya pemkab lamsel telah mengajukan permohonan bantuan kepada Gubernur Lampung, yang tertuang dalam surat permintaan bantuan nomor 360/0688/VI.02/2017.

Foto: Sekretaris Dinas Badan Penanggulangan Bencana Alam Lamsel Joko Siswan (KN)
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Lampung Selatan, pihak pemkab Lamsel mencatat setidaknya ada 315 rumah yang terendam banjir, Tanggul Jebol sepanjang 90 meter, 1.973,50 Ha Area Persawahan terendam banjir serta Fasilitas Umum.

Berdasarkan akan hal tersebut, Pemkab Lamsel melalui Setdakab Ir. Freddy mengajukan bantuan ke Provinsi berupa, selimut sarung, makanan siap saji dan bantuan lainnya, untuk diberikan kepada korban banjir, serta perbaikan tanggul jebol.

Sekertaris Dinas BPBD mengatakan, saat ini pihaknya baru memberikan bantuan berupa makanan cepat saji untuk kecamatan Kalianda dan Candipuro.

"Sementara ini pihak BPBD baru memberikan bantuan berupa 92 paket makanan siap saji, diantaranya 12 Kecamatan Kalianda (Desa Merak Belantung dan Agom), terus 80 untuk kecamatan Candipuro (Sinar Pasma dan Banyumas), yang berupa odol, susu, roti, tas sekolah dll serta bantuan terpal dan tenda". Ucap Joko Siswan saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (22/2).

Untuk bantuan kesehatan dan sandang pangan, dirinya mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait seperti dinas Kesehatan, PU dan Sosial. Sebab, BPBD hanya bertugas sebagai koordinasi yang melaporkan data dilapangan untuk disampaikan ke dinas terkait.

"Untuk masalah kesehatan sudah di koordinasikan dengan puskes masing daerah yang terkena banjir, kalo untuk sandang pangan kemarin dan siang tadi kita sudah menghubungi dinas soisal katanya mau ngasih beras dolog, tapi itu juga masih di upayakan". tambahnya.

Disinggung tentang anggaran siap pakai untuk bencana alam, ia mengakui saat ini BPBD tidak memiliki anggaran tersebut. Kendati demikian, pihak Pemkab lamsel akan menggelar Rapat pada kamis malam (23/2), untuk membahas bantuan korban banjir.

"Anggaran itu sebetulnya sudah kita ajukan, namun belum di anggarkan. Tapi besok malam kita akan gelar rapat dengan seluruh instansi dan camat, untuk membahas bagaimana langkah bersama menindaklanjuti bencana banjir ini" Tutup Joko. (nz)

Selasa, 21 Februari 2017

Malam-Malam Gubernur Ridho Tengok Korban Banjir di Kota Karang

Malam-Malam Gubernur Ridho Tengok Korban Banjir di Kota Karang

Bandar Lampung, Kaliandanews.com - Ridho Ficardo turun ke beberapa titik di Kota Karang Bandar Lampung, Selasa (21/02/2017) malam, untuk melihat situasi dan bertemu dengan warga yang terkena dampak banjir.
Memasuki lorong-lorong perumahan yang masih tergenang oleh air bercampur lumpur, Ridho Ficardo menjumpai warga-warga yang ada di beberapa rumah dan yang sedang berkumpul untuk bertemu dan berkeluhkesah tentang bencana banjir ini. Beberapa kali terpantau Ridho Ficardo diajak berfoto bersama oleh warga yang dijumpainya.

Melihat situasi ini Ridho menyatakan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota sampai kelurahan harus bahu membahu, melalui dinas sosial dan BPBD, untuk membantu warga yang terkena dampak.

"Namun yang lebih penting bagi kita adalah solusi jangka panjang. Apakah terjadi pendangkalan lumpur, apakah ada daerah resapan yang berubah fungsi, atau ada masalah di hulu. Cari solusi dan programnya." Tegas Ridho yang baru saja dianugerahi seorang putri ini.
"Kalau bahasa warga, ini karena air turun dan ketemu pasang maka terjadilah banjir. Tahun lalu juga terjadi seperti ini. Namun sebelum-sebelumnya belum ada, artinya ada sesuatu yang berbeda. Karena air pasang sudah terjadi dari dulu namun tidak ada banjir. Ini yang harus kita cari solusinya sama-sama untuk meringankan masyarakat yang ada di sini yang ada ribuan jiwa yang terdampak." Jelas Ridho setelah berdialog dengan warga.

"Untuk penanganan ada di BPBD, sedangkan untuk perencanaan ada di Bappeda. Kompleksitas dari masalah ini yang melahirkan bencana. Penyelesaiannya mesti menyeluruh oleh orang-orang yang ahli." Tutup Ridho.
6 Rumah dan 100 Hektare Sawah di Kalianda Terendam Banjir

6 Rumah dan 100 Hektare Sawah di Kalianda Terendam Banjir

Camat Kalianda
Kalianda, KaliandaNews – Saat ini banjir melanda hampir wilayah di Lampung Selatan seperti Kecamatan Sidomulyo, Natar, Seragi, Palas, Tanjung Sari dan Candipuro serta Kalianda, (21/02/17). 

Di Kalianda sendiri, saat ini ada beberapa titik yang terendam banjir seperti di Desa Marga Catur, Desa Merak Belantung yang yang menyebabkan beberapa rumah dan sawah terendam.

Camat Kalianda Erdi Yansyah yang meninjau langsung ke lokasi banjir menuturkan, dari desa-desa yang terkena banjir tersebut ada 6 rumah di Desa Merak Belantung yang terendam banjir dan lebih dari 100 Hektare lahan sawah di Desa Marga Catur juga ikut terendam.

Terkait hal tersebut, Erdi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel Dinas Sosial (Dinsos) Lamsel. “Baru lapor ke BPBD dan Dinas Sosial. Kami harapkan dapat bantuan darurat seperti makanan dan sebagainya.” Tukas Erdi. (red)
DTPHP Lamsel Catat Sebanyak 2.293 Lahan Terendam Banjir, Ini Data Lengkapnya

DTPHP Lamsel Catat Sebanyak 2.293 Lahan Terendam Banjir, Ini Data Lengkapnya

Kalianda, KaliandaNews – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Lampung Selatan merilis laporan dampak bencana alam banjir terhadap pertanian padi di Lamsel.


Dari data tersebut, DTPHP mencatat total kerusakan lahan pertanian yang diakibatkan oleh banjir di seluruh Lamsel yang terjadi di lima kecamatan yakni Candipuro, Sragi, Palas, Ketapang dan Jati Agung sebanyak 2.293 Hektare.

Dari data tersebut Kecamatan Candipuro menjadi Kecamatan yang paling banyak mengalami kerusakan lahan pertanian padi yakni sebanyak 1.156 hektare, sementara Kecamatan lain seperti Sragi, Palas, Ketapang dan Jati Agung mengalami kerusakan lahan pertanian sebanyak 175 hktare, 875 hektare, 84 hektare dan 3 hektare, berikut data lengkapnya :

Kecamatan Candipuro : Sinar Pasmah 200 hektare, Beringin Kencana 100 hektare, Banyumas 100 hektare, Cinta Mulya 66 hektare, Sidoasri 30 hektare, Way Gelam 20, Karya Mulya Sari 25, Rantau Minyak 50 hektare, Bumi Jaya 100 hektare, Trimo Mukti 415 hektare, Rawa Selapan 50 hektare.

Kecamatan Sragi : Suka Pura 70 hektare, Mandala Sari 75 hektare dan Bakti Rasa 30 hektare.

Kecamatan Palas :Suka Mulya 155 hektare, Pematang Baru 195 hektare, Suka Raja 75 hektare, Suka Bakti 100, Kali Reji 15 hektare, Rejo Mulyo 10 hektare, Palas Aji 200 hektare dan Palas Pasemah 125 hektare.

Kecamatan Ketapang : Taman Sari 30 hektare, Sumber Nadi 8 hektare, Legundi 19 hektare, Pematang Pasir 13 hektare dan Sidomukti 14 hektare. Kecamatan Jati Agung : Jati Agung 3 hektare.

Secara umum banjir yang terjadi di Kecamatan Palas dan Sragi kerena luapan air dari sungai Way Pisang, sedangkan untuk Kecamatan Candipuro disebabkan oleh luapan sungai Way Katibung. (Kur)
Zainudin Hasan Tinjau Lokasi Banjir di Kecamatan Ketapang

Zainudin Hasan Tinjau Lokasi Banjir di Kecamatan Ketapang

Ketapang, Kaliandanews.com– Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan meninjau secara langsung lokasi Desa Pematang Pasir dan Desa Way Sidomukti yang terendam banjir akibat hujan leba, Selasa (21/2).

Peninjauan lokasi banjir tersebut dilakukan seusai melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Bakauheni dan Ketapang.

Disela-sela tinjauan tersebut, bupati juga langsung menyerahkan bantuan kepada salah seorang warga yang rumahnya terendam oleh banjir.

Dari informasi yang dihimpun, banjir tersebut terjadi diakibatkan adanya luapan air dari Irigasi Kaliasin, sehingga banjir tidak bisa dihindari dan langsung merendam pemukiman warga sekitar.
Ditempat yang sama adik kandung ketua MPR ini langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lampung Selatan untuk segera memperbaiki sistem pengairan dengan cara diperlebar dan diperdalam, agar kedepannya tidak terjadi lagi kasus serupa.

“Nah, ini persoalannya. Jadi tolong Dinas PU benahi sistem pengairannya, supaya tidak terjadi lagi banjir disini,” kata Zainudin.

Dari pantauan Kaliandanews.com, musibah banjir juga melanda dibeberapa wilayah di Kabupaten Lampung Selatan. (red)
78 Rumah dan 320 Hektare Sawah di Lamsel Terendam Banjir

78 Rumah dan 320 Hektare Sawah di Lamsel Terendam Banjir

Kalianda, KaliandaNews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan mencatat setidaknya ada 78 rumah dan 320 hektare sawah terbenam banjir akibat curah hujan yang tinggi sejak Senin sampai dengan selasa, (21/02/17).

Istimewa
Dari beberapa daerah rawan banjir yang berada di Lamsel, seperti Kecamatan Natar, Tanjung Sari, Seragi, Candipuro dan Palas, BPBD Lamsel mencatat saat ini sebanyak 65 rumah di Kecamatan Tanjung Sari terendam banjir 2 diantaranya hampir hanyut.

Sedangkan, sisanya 13 rumah serta 70 hektere sawah juga terendam banjir di Desa Banyumas, sementara di desa lainnya yakni Sinar Pasma 250 hektare sawah juga ikut terendam.

“Banjir yang terjadi ini semuanya akibat adanya tanggul yang jebol.” Ungkap Sekertaris BPBD Lamsel, Joko Siswan dikantornya.

Ia menuturkan, banjir yang terjadi di Lamsel saat ini adalah salah satu yang terburuk jika dibandingkan dengan banjir-banjir yang terjadi dua tahun belakang ini. “di Desa Sinar Pasma Candipuro bahkan tinggi air sampai dengan 1, 5 meter.” Terang dia.

Namun BPBD sampai dengan saat ini mengaku belum dapat memastikan apakah akan membuat posko bencana di titik-titik banjir tersebut, sebab menurut BPBD baik banjir di Tanjung Sari maupun Candipuro sudah mulai surut. “belum ada posko bantuan. Tenda darurat dan pengungsian juga belum.” Tukasnya.

Data tersebut kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat masih banyak daerah rawan banjir yang belum terdata oleh BPBD Lamsel seperti Sidomulyo, Natar, Sragi dan Palas. (Kur)
Gotong Royong Sikapi Banjir, Kecamatan Natar Dirikan Posko

Gotong Royong Sikapi Banjir, Kecamatan Natar Dirikan Posko

Natar, Kaliandanews - Menyikapi Banjir yang terjadi di Desa Sidosari, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan, Camat Natar Setiawansyah, A. P. Didampingi Anggota DPRD Lamsel Waris Basuki SH Fraksi Grindra, KUPT PU, Yatiman, BPBD Lamsel, Kades Sidosari serta KUPT Puskesmas Hajimena, bergerak cepat dengan mendirikan posko untuk menanggulangi bencana banjir, Selasa (21/2).

Posko Banjir Kecamatan Natar
Menurut Camat Natar Setiawansyah, A. P., banjir terjadi akibat tingginya intensitas air hujan yang mengguyur Lampung sejak sore kemarin, sehingga menyebabkan sungai yang berada di way kandis meluap dan membanjiri Desa Sidoasri Natar.

"Iya ini kami lagi berada dilokasi sama warga, mulai banjirnya saat subuh tadi. Tapi alhamdulilah tidak ada korban jiwa, aktifitas warga juga tidak ada yang terganggu dan airnya juga sudah mulai surut. Kami bersama warga setempat masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi banjir susulan" Ungkap Setiawan melalui sambungan telfon.

Camat Natar Setiawansyah
Setiawan menambahkan, Sementara ini sudah didirikan posko Kesehatan dampak banjir, untuk mengantisipasi terjadinya berbagai penyakit yang bisa menyerang masyarakat.

"kami bersama-sama saling bergotong royong mengurangi dampak banjir saat ini dan di kemudian hari. Sekarang sudah didirikan posko kesehatan, untuk mencegah penyakit seperti gatal demam berdarah, maupun penyakit lainnya yang disebabkan oleh banjir". Tambah mantan Camat Kalianda ini.


Senada dengan Setiawan, Anggota DPRD Komisi C Lamsel Waris Basuki juga mengatakan, dirinya bersama pihak kecamatan serta warga setempat langsung bergerak cepat dalam menyikapi banjir tersebut. Sehingga apabila terjadi banjir susulan, pihaknya sudah siap mengantisipasi bencana banjir.

"Sudah didirikan Posko kesehatan, Obat-obatan, dokter sudah stand by semua untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan. Pihak BPBD juga sudah datang kesini, sudah di teliti penyebab banjirnya, rencananya saluran sungainya akan diperbesar agar tidak terjadi banjir lagi" Pungkas Waris yang juga merupakan Putra Daerah Kecamatan Natar. (nz)

Senin, 20 Februari 2017

Banjir Landa Lamsel, Polres Lampung Selatan Siap Terjunkan Peralatan SAR

Banjir Landa Lamsel, Polres Lampung Selatan Siap Terjunkan Peralatan SAR

Banjir di Dusun Kediri Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji – Lampung Selatan
Kaliandanews.com –  Tingginya Intensitas hujan akhir-akhir ini, menyebabkan sejumlah desa di beberapa kecamatan yang ada di Lampung Selatan terendam banjir. Ketinggian genangan rata-rata mencapai 20-50 cm, dan cukup menggangu aktifitas warga, Selasa (21/2).

Jalan Penghubung Banyu Urip - Sukaraja Penengahan
Menyikapi timbulnya cuaca extrim yang terjadi akhir-akhir ini, Polres Lampung Selatan melaksanakan persiapan, baik personil maupun peralatan untuk mengantisipasi dampak cuaca tersebut. Seperti dapat disaksikan bersama bahwa, cuaca extrim berupa angin kencang dan hujan lebat terus menerus sudah menimbulkan pohon tumbang dan banjir di mana-mana, termasuk di wilayah Lampung Selatan.

Banjir di wilayah Kecamatan Way Sulan Banjir merendam Padi Siap Panen
Dibeberapa wilayah di Lampung Selatan, banjir melanda, seperti di Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji, jebolnya tanggul di desa Palas Aji Kecamatan Palas yang menyebabkan banjir sampai ke kecamatan Sragi  dan masuk ke Kantor Camat , banjir juga terjadi di Natar dan Kecamatan Penengahan dan tidak tertutup kemungkinan banjir juga melanda tempat-tempat lain di Lampung Selatan.
Banjir di Jati Agung Lampung Selatan
Kapolres Lampung Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Dr.Adi Ferdian Saputra melaksanakan pengecekan terhadap personil khususnya dari Sat Pol Air dan dan Sat Sabhara, serta peralatan yang digunakan. baik peralatan utama  berupa perahu karet, maupun peralatan khusus berupa  gergaji  mesin yang semuanya diperlukan dalam kegiatan SAR.  Selasa (21/2).

"Masalah bencana merupakan permasalahan bersama, dan dalam penanggulangannya pun harus ditangani bersama. Oleh karena itu, Polres Lampung Selatan akan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti BPBD, Kodim, dan instansi terkait lainnya” Ujar Kapolres AKBP Adi Ferdian Saputra. (red)
BMKG Lampung: 1-3 hari ke depan Lamsel dan daerah Lainnya berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir

BMKG Lampung: 1-3 hari ke depan Lamsel dan daerah Lainnya berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir

Kaliandanews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai potensi banjir, longsor, dan pohon tumbang yang diakibatkan oleh intensitas hujan sangat lebat disertai angin kencang.
Menurut rilis Infocuaca BMKG Lampung, di Bandarlampung, Selasa pagi, saat ini hujan deras dengan durasi yang lama berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Lampung.
banjir lampung selatan
Banjir di Kecamatan Penengahan dan Way Panji Lamsel
Kewaspadaan terutama pada daerah yang berpotensi menjadi langganan banjir atau pernah terjadi banjir tahun sebelumnya di wilayah Provinsi Lampung (kota dan kabupaten) diminta untuk mewaspadainya.

Dalam beberapa hari ke depan atau 1-3 hari ke depan menurut BMKG Lampung itu, masih berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Peringatan waspada potensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat/petir di wilayah Lampung Selatan, Bandarlampung, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Tengah dan Lampung Timur terutama pada sore dan malam hari.

"Apabila terjadi perubahan cuaca yang signifikan akan diupdate dan diinformasikan melalui peringatan dini cuaca ekstrem dan media sosial yang diperlukan," ujar salah satu petugas forecaster on duty kantor Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung dikutip dari Kantor Berita Antara Lampung.

Pada Selasa pagi ini sebagian besar wilayah Lampung masih terpantau hujan, serta banyak laporan kejadian banjir di berbagai wilayah Lampung. Karena itu, diimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor.

Baca Juga: Sejumlah Desa di Lampung Selatan Terendam Banjir

Seperti diberitakan sebelumnya Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah  Lampung Selatan dan sekitarnya sejak Senin (20/2) sore dan malam hingga Selasa pagi,  mengakibatkan terjadi banjir di sejumlah daerah di Lampung Selatan.

Selain mengakibatkan banjir, hujan dengan intensitas tinggi juga mengakibatkan beberapa ruas di Jalan Lintas Sumatera mengalami kerusakan, muncul lubang-lubang baru disepanjang jalan sehingga dapat membahayakan pengguna jalan. (red | Antara)

Sejumlah Desa di Lampung Selatan Terendam Banjir

Sejumlah Desa di Lampung Selatan Terendam Banjir

Lampung Selatan, Kaliandanews - Tingginya Intensitas hujan akhir-akhir ini, menyebabkan sejumlah desa di beberapa kecamatan yang ada di Lampung Selatan terendam banjir. Ketinggian genangan rata-rata mencapai 20-50 cm, dan cukup menggangu aktifitas warga, Selasa (21/2).

Way Panji
Salah satu desa yang terendam bajir adalah Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji. Menurut salah seorang warga mengatakan, hampir setiap hujan turun desa tersebut terendam banjir. Namun kali ini, genangan air tidak separah seperti biasanya, kali ini genangan bisa mencapai lutut orang dewasa.


"Dari semalam hujan gak berenti-benti mas, ini krna sudah agak surut, kalau semalam cukup lumayan tinggi airnya. Akhir-akhir ini sering banjir, mungkin karna cuaca juga makanya bisa hujan terus" Ucap Aji.

Sementara di Dusun Umbul Pati, Kecamatan Sidomulyo, Ketinggian air yang menggenangi jalan, mencapai 50 cm.


"Genangan air cukup tinggi, saya muter mas gak bisa lewat sini, mobil L300 saja sampe nutupin lampu depannya kalo lewat, makanya agak hati-hati pas naek kendaraan," tutur Rustam.

Begitu juga jalan penghubung Desa Banyu Urip, Kecamatan Penengahan, dan Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, air yang menggenangi badan jalan, mengakibatkan aktifitas warga menjadi terganggu. Warga terpaksa memutar jalan yang jaraknya lebih jauh, apabila ingin pergi ke desa lainnya.

Jalan Penghubung Banyu Urip - Sukaraja
"Banjir dari pagi, akibat hujan lebat. Jadinya jalan tidak bisa dilewati, kalau mau lewat bisanya lewat pasuruan" Ungkap Hamim.

Warga Sinar Pasmah Kecamatan Candipuro bergotong royong membuat membuat tanggul dari karung berisi tanah dan pasir
Sementara itu di Sinar Pasmah Kecamatan Candipuro, Sungai Ketibung meluap, mengakibatkan tanggul hampir jebol masyarakat gotongroyong dengan alat seadanya,

Hingga berita ini diturunkan, kondisi beberapa daerah tersebut masih tergenang air. Dihimbau untuk para pengguna kendaraan agar selalu berhati-hati, mengingat intensitas hujan, masih akan terjadi daerah Lampung Selatan. (nz)

Rabu, 09 November 2016

Rumah Warga Way Muli Kerap Kebanjiran, Pasca ditinggalkan WBS dan SAJK

Rumah Warga Way Muli Kerap Kebanjiran, Pasca ditinggalkan WBS dan SAJK

Foto: Ilustrasi


Kaliandanews, RAJABASA  –  Sejumlah warga Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan (Lamsel), sudah satu tahun belakangan ini selalu was-was saat hujan turun. Bukan tanpa alasan sejumlah warga tersebut merasa khawatir jika turun hujan, pasalnya rumah warga yang ada di dusun I sampai dengan IV di desa itu kerap diterpa banjir yang menggenangi kediaman mereka saat hujan turun, Jum’at (4/11)

Beberapa warga setempat menuturkan, terjadinya banjir yang kerap menerpa kediaman mereka berawal dari mulai beroperasinya dua perusahaan tambang batu didesa tersebut, yakni Wahana Bumi Selatan (WBS) dan Siger Area Jamrud Katulistiwa (SAJK) sejak beberapa tahun lalu.

Piok (52), salah seorang warga dusun I desa tersebut menuturkan, dirinya selalu resah saat hujan turun, sebab rumahnya selalu menjadi langganan banjir. “Saya selalu khawatir, kalo malam malem-malem suka gak bisa tidur kalo hujan, takut ada batu dari ates juga ngegelinding.”ungkap Piok saat ditemui dikediamannya.

Sementara Ipung (35) warga dusun itu juga mengungkapkan hal yang hampir sama, dia menuturkan jika hujan turun air bisa sampai sebetis sampai dengan selutut orang dewasa. Saat ditanya apakah warga desa pernah mengadukan hal tersebut ke kepala desa setempat, Ipung menyebutkan dirinya dan warga lainnya sudah mengajak kades setempat untuk meninjau lokasi rumah warga, yang kerap diterpa banjir namun sampai dengan saat ini tidak ada penyelesaian. “Bosan bilang ke aparat ujung-ujungnya nanti kita ribut sama orang.” Terang dia.

Dilokasi berbeda, Dusun IV Rt. 13 juga kondisinya tidak kalah memprihatinkan, sebab rumah warga tersebut juga selalu digenangi air apabila hujan turun, kondisipun diperparah dengan kondisi rumah warga yang semi permanen. “Dulu sebelum perusahaan WBS beroperasi gak pernah begini. Sekarang selalu banjir kalo ada hujan. Apalagi kondisi rumah kita begini (semi permanen, Red).” Terang Johani (40) sembari menujukan kondisi rumahnya.

Warga setempat berharap, persoalan banjir yang kerap melanda kediaman mereka segera bisa diselesaikan baik oleh pihak perusahaan yang pernah melakukan penambangan di desa tersebut maupun pemerintah setempat. “Dibenahi, biar gak begini lagi, biar bisa tidur kalo ujan, mudah-mudahan juga ada bantuan dari pemerintah.” Ungkap pria berjanggut itu.

Sementara, saat kami mendatangi kediaman Kepala Desa Setempat untuk mempertanyakan prihal permasalahan pasca tambang oleh kedua perusahaan Wahana Bumi Selatan (WBS) dan Siger Area Jamrud Katulistiwa (SAJK) itu, Rohaidi kades setempat menampik jika dirinya tidak tanggap dengan apa yang disampaikan warga desanya. “saya sudah beri tahu kepada pihak WBS (Wahana Bumi Selatan, Red), namun sampai dengan saat ini belum ada tanggapan dari pihak WBS.” Terang dia.

Dia juga mengaku kebingungan, sebab pihak penambang di desa tersebut pergi tanpa sepengetahuannya. “kayak siluman mereka,” celetuknya. Namun, saat dirinya memberitahukan prihal masalah banjir tersebut pihak WBS mengaku berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut, sebab setelah dirinya menyampaikan keluhan warga tersebut dirinya mengaku dijanjikan oleh orang yang WBS yakni Anton dan Doni.  “Yang ngomong orang-orang marinir, udah dijanjikan ada perbagikan Cuma ternyata omdo doang.” Ujarnya. 

Sementara, saat ditanya soal tidak adanya koordinasi yang dilakukan oleh pihaknya ke Kecamatan setempat, dirinya kembali mengelak dengan dalih tidak tahu prosedurnya. “saya tidak tahu bagaimana prosedurnya. Tapi kalo udah begini secepatnya saya akan koordinasi dengan kecamatan.” Elak dia.

Sebelumnya,  pihak Kecamatan Rajabasa mengaku belum mengetahui prihal banjir yang kerap melanda desa tersebut sebab tidak adanya laporan terkait banjir tersebut dari desa.
“Belum masuk kesini laporannya. Kita tidak tahu masalah itu.” Ujar Seksi Pemerintahan kecamatan setempat Lahuddin. (Kur)