Kamis, 12 Januari 2017

Disiksa di Kamar Mandi Lapas Kalianda, Dedi Alami Luka Sekujur Tubuh

Disiksa di Kamar Mandi Lapas Kalianda, Dedi Alami Luka Sekujur Tubuh

Kaliandanews, Kalianda - Lantaran belum mampu memenuhi permintaan uang sebesar 5 juta Rupiah, Dedy Purwanto (22) Warga Binaan (Wabin) asal Dusun Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung Lamsel mengalami tindak kekeraan oleh sesama Wabin di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Kalianda, (11/1) kemarin.

Ist
Yakni Dedi Purwanto (22). Wabin asal Dusun Tanjung Ratu, Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Lamsel ini kembali menjadi korban tidak kekerasan dalam bentuk pemukulan oleh sejumlah napi di dalam sel tahanan kemarin (11/1/2017).

Dedi mengaku, pihaknya dipukuli 3 orang napi di dalam kamar mandi Blok C dengan kondisi pintu ditutup rapat.”Sekitar lebih dari setengah jam saya dikamar mandi itu dan terus dipukuli.” Ungkap Dedi saat diwawancarai di ruang KPLP Lapas Kalianda, Kamis (12/1/2017), dengan tubuh lemas dan raut wajah ketakutan.

Bahkan, Dedi mengaku diancam, apabila permintaan uang sebesar Rp. 5 juta itu tidak di ia penuhi hari ini (12/1/2017), 3 napi itu akan kembali menyiksa Dedi dengan cambukan selang air.  “Saya diancam, jika permintaan uang sebesar 5 juta rupiah itu tidak dipenuhi hari ini, saya akan dipukuli lagi bahkan akan dicambuk juga,” Bebernya.

Seingat Dedi, salah satu diantara 3 orang yang melakukan pemukulan tersebut memiliki nama panggilan Tuyul. Sementara, dua lainnya belum diketahui. “Ciri-cirinya berbadan tinggi besar, dengan potongan rambut botak.” Imbuhnya.

Pria berkulit sawo matang ini juga mengungkapkan, saat tindak kekerasan itu berlangsung, tidak ada satupun penjaga yang terlihat di sekitar tahanan blok C.

Parahnya lagi, Dedi terus-terusan menerima ancaman, apabila pihaknya mengadu ke penjaga Lapas. Dedi akan lebih parah lagi menerima penganiayaan itu. “Saya takut mas,” kata Dedi dengan nada lirih sembari menjatuhkan air mata.

Akibat penyiksaan itu, Dedi kini menderita kesakitan disekujur tubuhnya. Terlebih, mata sebelah kiri Dedi mengalami memar, akibat dihantam dengan kaki.

Sementara ibu kandung Dedi, Syakiroh (50), menyatakan kecewa dengan penjagaan di Lapas, lantaran anak kandungnya terus-terusan mendapatkan penyiksaan.

Karenanya, usai membesuk Dedi, perempuan berkerudung itu beserta kerabat lainnya langsung menuju ke Mapolres Lamsel, untuk melaporkan tindak penganiayaan tersebut. “Kami langsung mau ke Polres, buat laporan.” Tutupnya.

Sementara, saat wartawan ini hendak mengkonfirmasi kasus tersbut kepada Kepala Lapas (Kalapas),Muchlis Adjie, Bc.IP.,S.H.,M.Si, yang bersangkutan tidak berada ditempat. (Doy/nz).

Kamis, 31 Maret 2016

Perang Narkoba, BNN Tes Urine Puluhan Napi dan Pegawai Lapas Kalianda

Perang Narkoba, BNN Tes Urine Puluhan Napi dan Pegawai Lapas Kalianda

lapas kalianda tes urine

Kaliandanews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung Selatan dan Lapas Kalianda Kelas II A Kalianda menggelar tes urine narkoba dalam rangka Siaga Bersinar (bersih narkoba) kepada para pegawai lapas dan napi, Kamis (31/3/2016).

Menurut Kalapas Kalianda, Gunawan Sutrisnadi, pelaksanaan tes urine kepada para pegawai lapas sebagai bentuk komitmen lapas dalam memberantasan peredaran narkoba di Lapas.

"Kami gandeng BNN untuk kegiatan ini, diharapkan dengan tes urine lapas, lapas Kalianda akan bersih dari narkoba, " terangnya Gunawan .

Sementara itu Kasi pemberantasan BNN Lampung Selatan, I Wayan Suartha Antara, mengatakan  dari total kurang lebih 60 pegawai lapas dan 61 napi yang dites urine di Lapas Kalianda semunya negatif.

“Hasilnya saat ini negatif semua, sudah kami tes dan tidak unsur main-main dalam pelaksanaan tes urine di sini” terang Wayan kepada KaliandaNews.com, kamis (31/3/16) siang.
lapas kalianda
“Namun kami tidak bisa menyimpulkan bila lapas ini Bersih dari Narkoba, karena yang kami tes urine tidak semuanya, melainkan di ambil sample secara acak, harapan kami Lapas Kalianda bebas dari narkoba, BNN dan lapas akan monitor terus itu” Pungkas Wayan kepada KaliandaNews.com, kamis (31/3/16) siang. (kld)

 

Rabu, 27 Januari 2016

Tangkal Narkoba Masuk Lapas, Lapas Kalianda Gandeng BNN

Tangkal Narkoba Masuk Lapas, Lapas Kalianda Gandeng BNN

lapas kaliandaKaliandaNews.com, Kalianda – Dalam rangka memberikan pembinaan kepada para napi, Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) Kalianda gandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan adakan sosialisasi tentang bahaya narkoba.

Kalapas Kalianda Gunawan Setyadi mengatakan, bahwa tujuan dari sosialisasi bahaya narkoba ini, agar para napi khususnya yang terjerat kasus narkoba dapat lebih memahami lagi dampak-dampak penyalahgunaan narkoba. Sehingga ketika mereka kembali ke tengah-tengah masyarakat tidak lagi terjerumus dalam lingkaran narkoba.

“Selain itu kegiatan ini dimaksudkan untuk menangkal narkoba masuk ke lapas, jadi harapan kami napi jangan main-main dengan narkoba” ujar Gunawan, di Aula Lapas Kalianda, senin(27/1/16).

lapas kaliandaKepala BNNK Lampung Selatan dalam sosialisasinya yang diwakili Kasubbag Tata Usaha, Puji Sukanto, mengatakan bahwa saat ini Indonesia Darurat Narkoba, Indonesia menjadi sasaran empuk bandar-bandar besar, ini sangat berbahaya karena dapat membunuh generasi. Sekali saja terjerat hukuman berat bahkan kematian siap menanti kapan saja.

“Sebelum terlambat, bagi yang masih mencoba-coba segera tinggalkan, bagi yang sudah menjadi pecandu dan ingin sembuh segara hubungi kami (BNN) untuk mendapatkan pelayanan rehabilitasi dan itu gratis” terang Puji.

“Insya Allah dalam waktu tidak lama lagi, Loka Rehabilitasi Kalianda akan segera beroperasi dan itu suatu kebanggaan bagi Kabupaten Lampung Selatan, sebab Loka Rehabilitasi Kalianda merupakan Pusat Rehabilitasi yang ke lima yang ada di Indonesia” Jelas Puji.

Disela-sela penyuluhan Puji Sukanto mengajak kepada peserta yang hadir untuk segera meninggalkan dan menjauhi narkoba sebelum terlambat, selain itu dijelaskan pula UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, agar para napi lebih memahami lagi betapa bahayanya narkoba bagi diri sendiri dan kehidupan berbangsa.

Dalam sosialisasi yang di gagas Lapas Kalianda tersebut, turut hadir Kasi Rehabilitasi BNNK Lampung Selatan, Arfan, SE, MSi dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Lapas Kalianda beserta Anggota. (kld)