Jumat, 15 Juli 2016

Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta

Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta


Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti (16) Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta
Foto: Ist
Kaliandanews.com, Kalianda – Suasana mengharukan mewarnai keberangkatan Susanti (16) gadis belia penderita Kanker binti Sunarta (50), warga kurang mampu asal Dusun Pedukuhan RT 011 RW 04 Desa Canti Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Jumat (15/07) Siang.

Sekitar Pukul 10.00 WIB team relawan Komunitas Masyarakat Peduli Lampung Selatan (KMPLS) dan didampingi Komunitas Peduli Generasi Bandar Lampung serta Camat Rajabasa Sabilal dan Kades setempat, tiba di kediaman Susanti, dimana para relawan berencana membawa langsung Susanti untuk menjalani pengobatan di RSCM jakarta, mengingat penyakit yang diderita Susanti ini semakin memburuk dan keadaannya lemah terhitung sejak 6 Bulan lalu. Namun pihak keluarga sempat menolak dengan alasan mereka tidak cukup memiliki biaya, fasilitas dan kondisi fisik Susanti yang tidak memungkinkan untuk berangkat ke Jakarta.
Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti (16) Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta
Foto: Ist
Orang tua Susanti menuturkan, mereka tidak punya biaya untuk melakukan pengobatan apalgi sampai pergi ke RSCM jakarta. “kami warga miskin yang tak punya apa-apa, kami takut biayanya tidak bisa, jangan kan mau berobat makan pun susah” Tutur Sunarta ayahanda pasien. Hendra selaku koordinator baksos beserta tim relawan dan Komunitas Peduli Generasi, memberikan masukan serta motivasi kepada keluarga untuk mengijinkan Susanti menjalani pengobatan di RSCM. Mengingat kondisinya semakin hari semakin buruk, dan jika tidak dilakukan pengobatan dengan cepat akan semakin parah.
Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti (16) Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta
Foto: Ist
Seselesai melakukan berbincangan yang cukup  panjang, ibu Susanti menggenggam tangan anaknya tersebut dengan haru, yang disaksikan tim relawan serta keluarganya. Kemudian sang ibu berbicara, “nak kalo memang niat kamu sungguh-sungguh ingin pergi unutk berobat ke jakarta, goyangkan tangan mu nak jika kamu mau". Susanti pun menggoyang goyang kan genggaman tangan ibunya, yang berarti Santi ingin pergi untuk berobat, mengingat Susanti tidak bisa berbicara lagi karna kanker menggerogoti bagian mulutnya.

Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti (16) Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta
Foto: Ist
Setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga dan Susanti sendiri, tim relawan bergegas membantu mepersiapkan keperluan Susanti seperti donasi dan surat menyurat. Tepat pukul 11.30 WIB tim relawan membawa Susanti ke Bandar Lampung dengan menggunakan mobil Ambulance Komunitas Peduli Generasi. Sesampainya di Bandar Lampung, rencananya Susanti akan singgah 2 hari dirumah singgah milik Komunitas Peduli Generasi sebelum berangkat ke RSCM pada Hari Senin, untuk menjalani pemeriksaan dibeberapa klinik dan mengurus data maupun surat menyurat untuk keperluan pengobatan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. (nzr)


Rabu, 13 Juli 2016

Pak Tohir Penderita Kanker Asal Kalianda Akhirnya Berangkat Kembali RS Cipto Mangunkusumo Jakarta

Pak Tohir Penderita Kanker Asal Kalianda Akhirnya Berangkat Kembali RS Cipto Mangunkusumo Jakarta

Pak Tohir Penderita Kanker Asal Kalianda Akhirnya Berangkat Kembali RS Cipto Mangunkusumo Jakarta
Foto:Ist
Kaliandanews.com, Kalianda – Untuk kedua kalinya Pak M Tohir Aji (61) warga Desa Sukaratu Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, yang mengidap penyakit kanker kulit selama 8 tahun, kembali dibawa ke Rs Cipto Mangunkusumo Jakarta, untuk menjalani perawatan yang lebih intensif lagi. Rabu (14/7) Siang.

Sebelumnya pada Selasa 21 Juni 2016, pak Tohir berangkat ke Cipto Mangunkusumo Jakarta, untuk memeriksakan penyakitnya dan menjalani perawatan. Saat menjelang Idul Fitri, pak tohir berkeinginan untuk merayakannya Idul Fitri dikampung halamannya di Desa Sukaratu Kecamatan Kalianda Lampung Selatan. Oleh karena itu pihak keluarga bersepakat untuk membawanya pulang sementara waktu.

Berdasarkan informasi yang di himpun kaliandanews, pada hari Rabu siang M Tohir Aji berangkat ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, didampingi istri ibu May Munah dan anak tertua Roma Diansyah. Keberangkatan pak Tohir ini juga di jemput dan diantar menggunakan mobil Ambulance milik Komunitas Peduli Generasi. Dimana sebelumnya komunitas ini juga yang mengantar pak tohir ke RS Cipto Mangunkusumo. Putra bungsu pak Tohir, Jukri Dianhal menyusul sorenya dan membawa dua orang relawan yang bernama Irsan warga desa Sukaratu dan Sahroni warga desa Babulang yang siap mendonorkan darah golongan B.

Pak Tohir Penderita Kanker Asal Kalianda Akhirnya Berangkat Kembali RS Cipto Mangunkusumo Jakarta
Foto:Ist
Menurut salah satu pihak keluarga, pak tohir akan tinggal di rumah singgah milik Pemprov Lampung kurang lebih selama 5 bulan untuk menjalani perawatan dan pengobatan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. “kurang lebih kita akan tinggal dijakarta selama 5 bulan, karna kata dokternya pengobatannya perlu proses, makanya untuk waktu selama itu, kami sama keluarga tinggal di rumah singgah, karna disna juga udah difasilitasi” Ujar Jukri anak bungsu pak Tohir.

Untuk prihal penggalangan dana dan donasi, berdasarkan informasi yang disaksikan dan dihimpun kaliandanews, hingga saat ini donasi yang sudah terkumpul berjumlah Rp. 34.280.000 . Penyerahan secara simbolis ini diwakilkan oleh Hendra selaku koordinator kepada pihak keluarga pada senin malam dikediaman keluarga pak Tohir dan sekaligus memberikan bantuan untuk yang terakhir kalinya. Dimana hasil donasi ini merupakan santunan dari berbagai pihak seperti Komunitas sosial, Organisasi, Lembaga, Media, Instansi Pemerintah, Kitabisa.com, Mahasiswa, dan seluruh lapisan masyarakat yang terketuk hatinya untuk membantu meringankan pengobatan pak Tohir.

Pak Tohir Penderita Kanker Asal Kalianda Akhirnya Berangkat Kembali RS Cipto Mangunkusumo Jakarta
Foto:Ist
Pihak keluarga mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih sebanyak banyaknya, untuk seluruh pihak yang telah membantu meringankan pengobatan pak tohir, "kami selaku keluarga mengucapkan banyak terimakasih mas, karna bantuan ini sangat berguna untuk ayah kami, beribu - ribu kami ucapkan terimakasih, mudah-mudahan bantuan ini jadi berkah buat kita semua" pungkas Jukri. (nzr)