"Akibat pengerukan ini membuat tanah merangsak masuk ke rumah apalgi pada saat hujan”, kata Ahmad yang berdagang didepan bukit tesebut, Jumat (15/1).
Dikutip dari Antara, Dia mengatakan, pemerintah kota harus mengambil langkah cepat untuk menghentikan pengerukan bukit tersebut.
"Jika telat, suatu saat pas hujan deras, pasti material bukit ini longsor dan membahayakan warga di sekitarnya," katanya.
Bukit itu berada di sisi Jl RE Martadinata, sehingga juga mengancam keselamatan pengguna jalan.
Puskesmas Rawat Inap Sukamaju yang lokasinya berdekatan dengan bukit pun ikut terendam lumpur.
"Sejak kemarin lumpur dari bukit itu merendam puskesmas, " kata Rosiana, salah satu pasien puskesmas itu.
Dia mengatakan, akibat adanya lumpur ini mengganggu warga yang hendak berobat, khususnya yang pasien yang sedang rawat inap.
Camat Telukbetung Timur (TBT) Yusirwan Alamsah mengatakan pihaknya tidak pernah diberithu seblumnya bahwa bukit itu akan dikeruk dan rencananya dijadikan perumahan.
"Saya baru dikasih tahu setelah pengembang akan memulai pekerjaanya, padalah itu zona merah atau zona konservasi," kata dia.
Ia mengatakan, pengerukan yang dilakukan pengembang itu menyebakan longsor lumpur hingga ke Puskesmas Rawat Inap Sukamaju.
Pihaknya pun sudah pernah menyurati instansi terkait yang memberikan izin, seperti BPPLH dan Distako untuk menyelesaikan permasalahan ini.
"Kami akan menggelar rapat, terkait masalah ini karena sudah banyak juga warga yang mengeluhkannya," kata dia. (**)

0 komentar: