Minggu, 09 Oktober 2016

Usai Nonton Jaranan, Suheri Tewas dikeroyok 12 orang Pemuda

Usai Nonton Jaranan, Suheri Tewas dikeroyok 12 orang Pemuda

Usai Nonton Jaranan, Suheri Tewas dikeroyok 12 orang Pemuda
Ilustrasi Pengeroyokan

KaliandaNews.com - Usai menonton jaranan di desa Pusharang Susheri (26) warga Dusun Kembangan, Desa Bobang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri tewas. Korban tewas setelah dikeroyok 12 orang di area persawahan di Desa Puhsarang Kecamatan Semen, Sabtu (8/10) malam. 12 orang pelaku pengeroyokan  kini sedang dalam pengejaran polisi.

"Korban dikeroyok di area persawahan dekat rumahnya. Akibat pengeroyokan ini korban mengalami luka memar pada bagian pipi kanan, dagu kiri, kening robek, bagian kepala atas robek hingga tidak sadar dan dibawa warga ke RS Gambiran Kediri dan meninggal dunia," kata AKP Anwar Iskandar, Kasubag Humas Polres Kediri Kota.

 Menurut AKP Anwar, korban saat kejadian tengah bersama temannya, Rony menyaksikan jaranan. "Korban Rony sempat bisa melarikan diri dan meminta bantuan hingga ada warga yang melaporkan ke Polsek Semen," tukasnya.

 Mendapat laporan polisi langsung menuju TKP dan membawa korban ke RSUD Gambiran Kota Kediri agar korban segera mendapat pertolongan. Namun pada pukul 08.30 korban akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka yang dialami. (**)

Jumat, 30 September 2016

Kepolisan Mesuji Kejar Pembunuh Suprianto

Kepolisan Mesuji Kejar Pembunuh Suprianto

Kepolisan Mesuji Kejar Pembunuh Suprianto
Foto: IsImewa


Kaliandanews - Pelaku pembunuhan Suprianto alias Marsim (38), kini sedang dalam tahap pencarian Kepolisian Kabupaten Mesuji, warga Desa Mukti Karya RK 6, Mesuji, Provinsi Lampung ini ditemukan tanpa identitas pada Minggu (25/09) pagi di Desa Adi Mulyo, Kecamatan Pancajaya, Kabupaten Mesuji , dengan kondisi tertimbun batu split.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari antara, Kapolsek Simpang Pematang Kompol Muji Sulihono menuturkan, pihaknya bersama anggota Reserse Polres Mesuji hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, diketahui seorang berinisial yang berinisial WN mengendarai mobil truk yang dibawa korban. Namun sejak penemuan mayat tersebut, WN diketahui kabur dengan membawa truk tersebut ke arah provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan keterangan dari beberapa tetangga korban, sebelum kejadian, tepatnya pada hari sabtu (24/9) malam, Suprianto mendapatkan order untuk mengantarkan pesanan batu split ke Desa C Sinar Laga, Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji. Saat itu Suprianto kedatangan dua rekannya, yakni WN dan temannya yang tidak dikenal oleh warga setempat.

Kedua teman korban itu datang menggunakan sepeda motor bebek merek Honda tanpa pelat nomor untuk mengajak Suprianto mengantarkan batu split pesanan warga Sinar Laga, sekitar pukul 19.30 WIB. Usai mandi dan minum kopi, Suprianto atau Marsim bersama Wn berangkat untuk mengantarkan batu split ke Desa Sinar Laga menggunakan truk colt diesel.

Keesokan harinya, Minggu (25/9) pagi, warga Desa Budi Aji digegerkan dengan penemuan mayat tanpa identitas, dan dipastikan bahwa korban adalah Suprianto alias Marsim. Setelah mendengar adanya laporan tetangga korban dan keluarganya, anggota Polsek Simpang Pematang langsung melakukan pengejaran Wn yang diduga kuat adalah salah satu pelaku pembunuhan Suprianto alias Marsim itu. (*AY)

Sabtu, 24 September 2016

Ditemukan Mayat Tertimbun Batu Split Tanpa Identitas diduga Korban Pembegalan

Ditemukan Mayat Tertimbun Batu Split Tanpa Identitas diduga Korban Pembegalan

Ditemukan Mayat Tertimbun Batu Split Tanpa Identitas diduga Korban Pembegalan
Penemuan mayat di timbunan batu split | Foto: Istimewa

Kaliandanews.com, Mesuji - Telah ditemukan mayat tanpa identitas di Desa Adi Mulyo SP 8 A Kabupaten Mesuji. Mayat yang diperkirakan berusia sekitar 43 tahun tersebut ditemukan oleh warga setempat, sekitar pukul 08.00 WIB pagi. Pembunuhan sadis ini diduga dilakukan oleh oknum pembegalan, yang kerap terjadi di daerah setempat, Minggu (25/09).

Berdasarkan informasi yang di himpun dari warga sekitar, korban di temukan tidak bernyawa di puinggir jalan dengan kondisi mengenaskan dan tertimbun batu split, korban mengenakan kaos hitam dan celana pendek. “ tadi pagi mas ditemuin nya sekitar jam delapanan, ditemukan dipinggir jalan ditimbun batu split Perkiraan umur 43 tahun ditemukan tanpa identitas, ditemukan sama warga sekitar dan sudah melapor kepolisi”, terang Yuan Transmawati.

Ditemukan Mayat Tertimbun Batu Split Tanpa Identitas diduga Korban Pembegalan Penemuan mayat di timbunan batu split
Foto: istimewa
Hingga saat ini lokasi tersebut masih ramai dipadati oleh warga sekitar, sementara korban yang diduga pembegalan, telah di evakuasi ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (ay)

Jumat, 19 Agustus 2016

Terduga Pelaku Pembunuh Polisi di Bali ditangkap

Terduga Pelaku Pembunuh Polisi di Bali ditangkap

Ilustrasi
Ilustrasi

Kaliandanews.com - Polisi tangkap dua orang yang diduga membunuh Aipda I Wayan Sudarsa, anggota polisi lalulintas Polsek Kuta di Pantai Kuta Bali. Keduanya ialah Sarah Connor warga Australia dan David Taylor warga Inggris.

Dilansir dari Detikcom, menurut Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto penangkapan dilakukan di depan Konjen Australia di Bali, Jumat (19/8/2016).

"Tersangka memang mau menyerahkan diri lewat Konjen, kami kerjasama dan dilakukan penangkapan," terang Sugeng.

Sarah setelah beberapa hari buron, akhirnya melapor ke Konjen Australia. Dia siap menyerahkan diri. Sarah kemudian mengontak pacarnya David untuk datang ke Konjen. Polisi yang sudah berkoordinasi dengan pihak Konjen dan kepolisian Australia kemudian melakukan penangkapan.

"Keduanya masih diperiksa. Yang perempuan mengaku lupa kejadiannya karena mabuk dan yang pria mengaku menunggu pengacaranya. Kami terus periksa," sambung Sugeng.

Peristiwa pembunuhan itu dilakukan pada Rabu (17/8) dini hari. Berdasarkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi, Wayan Sudarsa yang memakai seragam polisi dan malam itu sedang dinas, terlibat cekcok dengan seorang pria bule.

Untuk kronologi lengkapnya, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan menunggu keterangan dua tersangka berusia 30-an tahun ini.

"Korban anggota meninggal akibat pukulan benda tumpul di kepala yang merusak otaknya," tutup Sugeng. Dua tersangka ditahan di Mapolresta Denpasar. (editor : kld)

Kamis, 21 Juli 2016

Ayah Bunuh Dua Anak Kandungnya

Ayah Bunuh Dua Anak Kandungnya

Foto : ist
Kaliandanews.com, Lampung Selatan - Seorang ayah seharusnya menjaga dan merawat anak-anaknya. Tapi lain halnya dengan Kasda (32), warga Dusun Tanjung Bayur, Desa Tanjungan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, dia tega menghabisi nyawa kedua anaknya, Kamis (21/07).

Pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini mencabut  nyawa anak kandungnya bernama Alka (4) dan Yuda (2) di kamar tidurnya. Sementara sang ibu Ojah (30) bersimbah darah akibat luka bacok dikepala belakang.

Yandri (35) tetangga korban mengatakan Sekitar pukul 05.30, kata dia, tersangka keluar rumah dengan membawa senjata tajam golok dan pisau, dirinya ditebas dengan  menggunakan gergaji dan mengalami luka dikepala dan perut. “ saya dan Kasda (tersangka red)  sempat kejar-kejaran, pisau dan golok terlepas, dia mengambil gergaji dari dalam rumahnya,” kata Yandri saat Kaliandanews mengutip dari Lensamedia.co .

Tersangka baru pulang dari sowo kabupaten tanggamus dan langsung cekcok mulut dengan istrinya, Ojah (30) sejak sekitar pukul 00.00. Karena suara keributan tidak kunjung usai, tetangga korban berniat hendak melerai. Malah dilempar menggunakan batu bata sehingga mengalami luka robek di pipi kanan. “Terdengar ada suara ribut dirumah tersangka sejak semalam, kami pikir ribut rumah tangga biasa, paginya saya dilempar dengan batu bata ” kata Didi (40) tetangga korban lainya.

“Setelah puas ngamuk, akhirnya berhasil kami ringkus. Sebagian warga melihat kondisi rumah, tercengang, karena melihat kedua anaknya sudah tewas ditempat tidur dengan bersimbah darah,” lanjut didi.

Dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, korban langsung diamankan pihak kepolisian polsek tanjungan. “untuk menghindari amuk masa korban dilarikan ke Mapolres lampung selatan, dan akan dilakukan pemeriksaan disana” uajar salah satu anggota kepolisian

Semantara itu Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Saputra melalui sambungan telponnya mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait motif pelaku. (red/lensamedia.co).

Senin, 30 Mei 2016

Miris!! Ternyata Pelaku Pembunuhan Keji di Ketang Masih Anak Ingusan

Miris!! Ternyata Pelaku Pembunuhan Keji di Ketang Masih Anak Ingusan


pelaku pembunuhan di pantai ketang
Dua Pelaku yang berhasil di amankan kepolisian | Foto: KaliandaNews.com
KaliandaNews.com- Teka-teki siapa pelaku pembunuhan Sabilal Gibran akhirnya terkuak, dengan kerja cepat Buser Polres Lamsel dan Buser Polsek kalianda dalam 1x24 jam berhasil membekuk 2  pelaku RB (14)  dan ALW (14) di Kalianda, Minggu (29/5) sekitar pukul 19.30 malam.

Kabar penangkapan tersebut dibenarkan oleh  Kanit Reskrim Polsek Kalianda Aiptu Hadi Efendi, AKP Rizal Efendi saat dihubungi KaliandaNews.com, Penangkapan 2 pelaku berkat hasil penyelidikan yang mengarah ke para pelaku yang merupakan warga Kalianda, saat di tangkap pelaku mengakui perbuatannya. Dalam kasus ini pelaku RB berperan dalam memegangi korban, yang mana saat itu korban di tusuk berkali-kali oleh pelaku utama OK (15) yang saat ini buron. Sedangkan pelaku ALW turut serta dalam peminjaman sajam dan motor RX King.

“Ya memang ada penangkapan kepada pelaku, kemarin malam (Minggu, 29/5.red), nanti akan diadakan rekonstruksi, sekarang lagi mengumpulkan alat bukti, untuk motif masih kami dalami” kata Hadi saat dihubungi via telepon, Senin (30/5).

Pembunuhan ini dinilai masyarakat sangat sadis apalagi pelakunya masih dibawah umur dan masih bersekolah. Tercatat RB merupakan siswa kelas 2 SMP di salah satu SMPN di Kalianda.

“Ini sangat disayangkan terjadi di Kalianda, apalagi pelakunya masih anak-anak” kata Iwan, warga Way Urang Kalianda kepada KaliandaNews.com ketika dimintai tanggapannya mengenai peristiwa sadis ini.

“Masih ingusan ajah udah berbuat kejam, udah gede mau jadi apa mereka? Kalo bisa hukum mereka seberat-beratnya, jangan mandang mereka masih anak-anak” pungkas Iwan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (28/5) pagi, warga kecamatan Kalianda dan sekitarnya dihebohkan dengan ditemukannya sesosok mayat seorang remaja bernama Sabilal Gibran  warga Desa Maja Kalianda dengan 25 tusukan dipantai Ketang Kalianda.
Aparat sedang melakukan olah TKP bersama kedua Pelaku | Foto: KaliandaNews.com/NZR
Saat berita ini diturunkan, aparat kepolisian sedang melakukan rekonstruksi dan pencarian barang bukti di pantai Ketang dengan membawa ke dua tersangka.  (kld)