Sabtu, 05 November 2016

Bupati Lampung Tengah Minta RSUDAM Tangani Balita Penderita Tumor Mata Dengan Baik

Bupati Lampung Tengah Minta RSUDAM Tangani Balita Penderita Tumor Mata Dengan Baik

Foto: Ist
Kaliandanews,  Bandar Lampung – Bupati Lampung Tengah Dr. Ir Hi. Mustafa, mendatangi langsung salah satu Balita asal Lampung Tengah Adnan Erlangga, pasien penderita Tumor Mata yang kondisinya Kian memprihatinkan. Tak hanya itu, Bupati Lampung Tengah ini juga memberikan bantuan langsung kepada keluarga Adnan Erlangga yang saat ini menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM), Jum’at, (3/11)

Dalam kunjungannya Mustafa mengaku terenyuh melihat kondisi Adnan yang terbaring di ruang Anggrek RSUDAM, Ia mengelus dan menggendong Adnan yang kondisinya cukup memprihatinkan. Dia berharap RSUDAM bisa mengupayakan yang terbaik untuk kesembuhan balita berusia satu tahun ini, seperti yang dikutip dari sigerindo.com.

Foto: Ist
“Kondisi Adnan sangat memprihatinkan. Mudah-mudahan hari ini akan langsung di scan untuk melihat penyakitnya. Mudah-mudahan juga RSUDAM ini sanggup, karna rumah sakit di Lamteng saya sedang dibenahi dan alatnya tidak selenggkap di sini,” tutur Mustafa.

Terkait perawatan Adnan, Mustafa telah mendatangi langsung pelayanan BPJS guna menyelesaikan penjaminan perawatan Adnan. “Saya sudah mengunjungi BPJS, mudah-mudahan perawatan ade Adnan dijamin oleh BPJS,” imbuhnya.

Mustafa mengaku ini kali ketiga bertemu dengan keluarga pasien. Sebelumnya bupati muda ini bertemu dalam rangka menyerahkan bantuan bedah rumah. Ia turut prihatin atas cobaan yang dihadapi Hermanto dan Desi Triana dengan kondisi puteranya.

“Mereka adalah kurang mampu. Belum lama ini kami baru saja melakukan bedah rumah miliknya. Saat itu Adnan baru lahir. Sekarang mereka tertimpa musibah, sehingga saya harus turun langsung untuk melihat kondisi adek Andan,” ujar Mustafa.

Sementara itu, Desi Triana, ibunda Adnan mengaku terkejut dan tidak menyangka mendapat kunjungan bupati mereka. “Saya senang sekali. Terima kasih atas kunjungan dan bantuannya. Ternyata Bupatinya masih memperhatikan rakyat kecil,” kata Desi yang tercatat sebagai warga Tempuran 12A Kecamatan Trimurjo, Lamteng.

Terkait kondisi buah hatinya, menurut Desi anaknya terindikasi tumor mata. Dalam rentan waktu seminggu, kedua panca indera Adnan membesar seakan hendak keluar dari rongga.

Adnan sendiri sempat di rawat di RS Muhammadiyah Metro, kemudian dirujuk ke RSUDAM Bandar Lampung. ”Sekarang kami sedang menunggu hasil cek darah untuk memastikan,” jelas Triana.

Ia berharap masyarakat dapat membantu dan mendoakan anaknya itu agar lekas sembuh. “Saya minta doanya kepada semuanya agar anak saya lekas sembuh,” pintanya.

Bagi Anda yang ingin membantu meringankan beban mereka dapat langsung menyalurkan bantuan dengan menghubungi Hermanto di nomor 082383872607 (*nzr)

Kamis, 01 September 2016

BNN Lampung Selatan Lakukan Sosialisasi dan Bentuk Lembaga Rehabilitasi

BNN Lampung Selatan Lakukan Sosialisasi dan Bentuk Lembaga Rehabilitasi

BNN Kab LamSel Sosialisasikan Lembaga Rehabilitasi
Sosialisasi Pembentukan LRKM lembaga Medis di Klinik Rawat Inap Rajabasa
KaliandaNews.com, Lampung Selatan - Tingginya Intensitas pemberitaan seputar kejahatan Narkoba di Indonesia, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan lakukan Sosialisasi dan pembentukan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM) di Klinik Rawat Inap Rajabasa. Kegiatan dan pembentukan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM) ini sudah berlangsung di di 10 Lembaga Medis dan Sosial milik komponen Masyarakat pada bulan Agustus tahun 2016 ini, yang dilaksanakan oleh Seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan.

Arfan,SE,M,Si sedang Mensosialisasikan Pembentukan LRKM lembaga Medis di Klinik Rawat Inap Rajabasa

BNN Kab LamSel Sosialisasikan Pembentukan Lembaga Rehabilitasi
Sosialisasi Pembentukan LRKM lembaga Medis di Klinik Rawat Inap Rajabasa
Sosialisasi ini dilaksanakan sejak tanggal 18 agustus lalu dan berakhir pada tanggal 31 Agustus, kegiatan sosialisasi Pembentukan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat ini bertujuan guna mengajak lembaga - lembaga medis dan sosial untuk membentuk lembaga mereka menjadi lembaga Rehabilitasi yang bernaung pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan.

BNN Kab LamSel Sosialisasikan Lembaga Rehabilitasi
Sosialisasi LRKM di Klinik Pratama Bunda Asih Candipuro
Aryadi,SE Sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan Mengatakan "Pecandu dan korban penyalahgunaan Narkotika adalah ‘orang sakit’ yang membutuhkan pertolongan secara medis. Pertolongan secara medis yang dibutuhkan oleh mereka yang terjerat candu Narkotika adalah melalui rehabilitasi, baik medis dan sosial".

 "Dan seharusnya Penempatan pecandu dan korban penyalahgunaan Narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi ini sesuai dengan tujuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yaitu Pasal 4 huruf d yang menyebutkan untuk menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan sosial bagi pecandu dan korban penyalahgunaan Narkotika" ujar Aryadi , Kamis ( 1 /9)
BNN Kab LamSel Sosialisasikan Lembaga Rehabilitasi
Kegiatan Sosialisasi LRKM di Pondok Pesantren Nururrohmah Negeri Pandan
Kepala Seksi Rehabilitasi Kabupaten Lampung Selatan Arfan,SE,M,Si juga menegaskan "Harapannya, jika 10 Lembaga Rehabilitasi ini dapat di Bentuk maka para penyalah guna dan atau pecandu narkotika yang mungkin masih berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat, jauh dari akses layanan rehabilitasi, dapat segera ditangani.
Pelaksanaan Sosialisasi LRKM di Yayasan sosial Washilatul Huda Bandar Dalam
" dan Tentunya, partisipasi dari seluruh komponen masyarakat tetap kami butuhkan, untuk mengajak para penyalah guna dan atau pecandu narkotika mendapat layanan terapi rehabilitasi serta mengawasi jalannya praktek rawat jalan agar tidak ada penyimpangan. Jangan sampai niat baik kita memulihkan penyalah guna dan atau pecandu narkotika justru menjadi bumerang “melegalkan” adiksi narkotika terus berlangsung. Karena masalah narkotika adalah masalah kita bersama. # StopNarkoba (Ryd)

Jumat, 26 Agustus 2016

BNN Lamsel adakan sosialisasi pembentukan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat

BNN Lamsel adakan sosialisasi pembentukan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat


Sosialisasi LRKM ke Pondok Pesantren Miftahul Huda 606
KaliandaNews.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan Mengadakan Kegiatan Sosialisasi Mengenai pembentukan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM) kepada lembaga medis dan sosial milik komponen masyarakat. Kegiatan itu sudah dilaksanakan di 5 lembaga medis dan sosial yang ada di Lampung Selatan dari sepuluh kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus ini.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Seksi Rehabilitasi BNN kabupaten Lampung Selatan, adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membentuk lembaga-lembaga medis maupun sosial milik komponen masyarakat, untuk dibentuk sebagai Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM), agar masyarakat terutama pecandu Narkoba bisa lebih mudah menjangkau untuk melakukan pengobatan di lembaga-lembaga yang sudah di bentuk nantinya.

Kegiatan Sosialisasi di Pondok Pesantren Faqirurrohmah Kalianda
Kegiatan ini sudah dilaksanakan sosialisasi di 5 Lembaga, yaitu di Pondok Pesantren Babul Hikmah, Pondok Pesantren Faqirurrohmah, Pondok Pesantren Miftahul Huda serta Klinik Kosasih Tanjungan dan Klinik Griya Husada Pematang Pasir.

Kegiatan ini mendapat respon yang positif dari lembaga-lembaga tersebut, seperti di Klinik Kosasih dan Klinik Griya Husada. Karena selama ini mereka kerap mendapatkan pasien yang sedang sakau karena narkoba . 

Sosialisasi di Klinik kosasih Tanjungan

Aryadi, SE selaku Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan mengatakan "kegiatan ini perlu didukung, terutama oleh masyarakat sekitar dan lembaga-lembaga medis maupun sosial, agar nantinya para pecandu yang ingin berobat dapat dengan mudah menjangkau lembaga rehabilitasi yang sudah di bentuk, dan ini gratis, biayanya sepenuhnya di tanggung BNN".


Aryadi juga menerangkan bahwa, lembaga-lembaga LRKM yang sudah kami bentuk tadi, untuk selanjutkan akan kami usulkan ke pusat (BNN RI), lalu di verifikasi kemudian di sahkan sebagai LRKM.

"Harapan kami semua dapat di sahkan jadi LRKM, ini berlaku efektif tahun 2017,  karena anggarannya ada di tahun depan, karena tahun ini hanya pembentukannya saja" terang Aryadi  KaliandaNews.com, Rabu (24/8).

Arfan SE,M,Si saat mensosialisasikan Pembentukan LRKM pada Klinik Griya Husada Pematang Pasir

Arfan, SE, M,Si yang menjabat sebagai Kepala Seksi Rehabilitasi mengatakan bahwa kegiatan yang sedang kami laksanakan ini mengacu pada Undang - Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.  Pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi, baik medis maupun rehabilitasi sosial, oleh karena itu kami bentuk LRKM-LRKM tersebut.
Sosialisasi Pembentukan LRKM di Klinik Griya Husada
"Kegiatan ini untuk mensosialisasikan tentang pembentukan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM) yang ditujukan kepada lembaga - lembaga medis maupun sosial milik komponen masyarakat untuk di bentuk." ungkap Kepala Seksi Rehabilitasi BNN kabupaten Lampung Selatan ini.

Arfan pun berpesan agar kita sebagai masyarakat harus lebih peduli terhadap lingkungan sekitar kita, terutama sanak keluarga kita agar tidak menjadi penyalahguna narkoba, karena narkoba sangatlah berbahaya dan merusak generasi Penerus Bangsa. #stopnarkoba.  (Ryd)

Sabtu, 16 Juli 2016

Harga Vaksin Palsu di RS Harapan Bunda diduga Rp 750.000

Harga Vaksin Palsu di RS Harapan Bunda diduga Rp 750.000

Harga Vaksin Palsu di RS Harapan Bunda diduga Rp 750.000
Foto: Ist
Kaliandanews.com, Jakarta - Vaksin palsu di Rumah Ssakit Harapan Bunda di perkirakan capai harga Rp 750.000 per Vaksin, dan pembayarannya tidak dilakukan melalui kasir resmi.
Berdasarkan keterangan yang dikutip dari kompas.com, Rani mengungkapkan, salah satu orang tua yang anaknya pernah menjadi pasien di rumah sakit yang berlokasi di Pasar Rebo, Jakarta Timur itu. Menurut dia, anaknya mendapatkan vaksin palsu pada sekitar Mei 2016.

Rani mengatakan vaksin palsu dibelinya setelah salah satu suster mengatakan vaksin yang dibutuhkannya di rumah sakit tersebut sedang habis. Sehingga, vaksin yang tersedia adalah vaksin milik pribadi dari salah seorang dokter bernama Indra.

"Susternya bilang kalau bersedia imunisasi dengan vaksin ini dengan harga waktu itu saya membayar Rp 750.000," kata Rani di Kantor Lembaga Perlindungan Anak Indonesia di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu (16/7/2016).

Menurut Rani, pembayaran tidak dilakukan melalui kasir resmi. Melainkan secara tunai langsung ke suster yang menawarkannya.

Meski mendapat vaksin yang resmi dari pihak RS Harapan Bunda, Rani menyebut jenis vaksin yang dibelinya dari Indra sama dengan yang sebelumnya dibelinya resmi dari pihak rumah sakit. Karena itu, ia pun meragukan keaslian vaksin yang dijual oleh RS Harapan Bunda.

"Karena ada yang saya dapat dari Harapan Bumda sama dengan yang saya dapat dari Dokter Indra," kata Rani.

RS Harapan Bunda merupakan satu dari 14 rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu berdasarkan hasil yang diumumkan Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, dokter Indra diketahui sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Krimininal Polri. Editor: (nz)

Sumber: Kompas.com

Jumat, 15 Juli 2016

Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta

Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta


Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti (16) Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta
Foto: Ist
Kaliandanews.com, Kalianda – Suasana mengharukan mewarnai keberangkatan Susanti (16) gadis belia penderita Kanker binti Sunarta (50), warga kurang mampu asal Dusun Pedukuhan RT 011 RW 04 Desa Canti Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Jumat (15/07) Siang.

Sekitar Pukul 10.00 WIB team relawan Komunitas Masyarakat Peduli Lampung Selatan (KMPLS) dan didampingi Komunitas Peduli Generasi Bandar Lampung serta Camat Rajabasa Sabilal dan Kades setempat, tiba di kediaman Susanti, dimana para relawan berencana membawa langsung Susanti untuk menjalani pengobatan di RSCM jakarta, mengingat penyakit yang diderita Susanti ini semakin memburuk dan keadaannya lemah terhitung sejak 6 Bulan lalu. Namun pihak keluarga sempat menolak dengan alasan mereka tidak cukup memiliki biaya, fasilitas dan kondisi fisik Susanti yang tidak memungkinkan untuk berangkat ke Jakarta.
Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti (16) Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta
Foto: Ist
Orang tua Susanti menuturkan, mereka tidak punya biaya untuk melakukan pengobatan apalgi sampai pergi ke RSCM jakarta. “kami warga miskin yang tak punya apa-apa, kami takut biayanya tidak bisa, jangan kan mau berobat makan pun susah” Tutur Sunarta ayahanda pasien. Hendra selaku koordinator baksos beserta tim relawan dan Komunitas Peduli Generasi, memberikan masukan serta motivasi kepada keluarga untuk mengijinkan Susanti menjalani pengobatan di RSCM. Mengingat kondisinya semakin hari semakin buruk, dan jika tidak dilakukan pengobatan dengan cepat akan semakin parah.
Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti (16) Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta
Foto: Ist
Seselesai melakukan berbincangan yang cukup  panjang, ibu Susanti menggenggam tangan anaknya tersebut dengan haru, yang disaksikan tim relawan serta keluarganya. Kemudian sang ibu berbicara, “nak kalo memang niat kamu sungguh-sungguh ingin pergi unutk berobat ke jakarta, goyangkan tangan mu nak jika kamu mau". Susanti pun menggoyang goyang kan genggaman tangan ibunya, yang berarti Santi ingin pergi untuk berobat, mengingat Susanti tidak bisa berbicara lagi karna kanker menggerogoti bagian mulutnya.

Kisah Haru Warnai Keberangkatan Susanti (16) Penderita Kanker Asal Kalianda Ke RSCM Jakarta
Foto: Ist
Setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga dan Susanti sendiri, tim relawan bergegas membantu mepersiapkan keperluan Susanti seperti donasi dan surat menyurat. Tepat pukul 11.30 WIB tim relawan membawa Susanti ke Bandar Lampung dengan menggunakan mobil Ambulance Komunitas Peduli Generasi. Sesampainya di Bandar Lampung, rencananya Susanti akan singgah 2 hari dirumah singgah milik Komunitas Peduli Generasi sebelum berangkat ke RSCM pada Hari Senin, untuk menjalani pemeriksaan dibeberapa klinik dan mengurus data maupun surat menyurat untuk keperluan pengobatan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. (nzr)